Sabtu, 19 November 2011

freeze the picture

 speaking through colors


saya sedang belajar memakai kamera, belajar dari Papa.
belajar menangkap kenangan.
dan membiarkannya berbicara....

sisterhood

brotherhood


dan gambar-gambar ini suatu saat akan membangkitkan kenangan.
suatu saat akan mengingatkan, dan membuat rindu.
lalu tersadar, bahwa kita semua tidak berhenti mencintai....


like father like son

untuk Tuhan, dimanapun Kamu.


Untuk Tuhan.
Dimanapun Kamu. Apapun sebutanMu. 

Selalu bisa Kamu membuatku takjub, terkejut, dan apapun emosi yang tercampur. 
Tertawa senang, menangis pedih, ketakutan, waspada, haru biru, menyesal, dan semuanya. 
Bolehkah aku menyebutMu Maha Pemain Emosi?

Cerita yang datang dariMu, membuat yang tertawa menjadi menangis. 
Yang miskin menjadi kaya. Yang serba apapun menjadi tiada apapun. 
Yang sedih pedih menjadi suka cita yang menggelora. 
Tapi yang aku yakin, yang benar akan tetap menjadi yang benar.
Yang cinta akan selalu mencinta.
Yang salah akan disebut pendosa.

Aku tidak mau mengutuk. 
Ajari aku untuk mengolah kata-kata yang keluar dari mulutku. 
Sumpah serapah toh tak akan mengubah sesuatupun dalam sekejap mata. 
Aku menyumpah malam ini, belum tentu besok pagi mereka mati! 
Kecuali Kamu yang (mungkin) (sudi) menyumpah mereka. 
Aku yakin, seperti yang mereka katakan, Kamu maha Adil. 
Hanya Kamu yang tahu seberapa besar pembalasan 
yang pantas mereka terima akan semua ini. 
Waktu. Ya, hanya waktu yang akan selalu tahu, 
karena hanya waktu yang Kau bagi rahasiaMu.

Jika suatu saat tiba waktunya, jangan buat mereka semua mati! 
Karena mati tak akan membuat mereka merasakan apa yang sekarang kami rasakan.
Buat mereka sadar, jika masih ada yang lebih tinggi dari segala materi : 
moral dan harga diri ! 
Buat mereka menyesal, karena selama ini mereka tak pernah memiliki itu!

Dan untuk terakir, ijinkan aku berkata : amin.

Dari aku.
( Bolehkah aku sebut diriku sebagai "hambaMu"? )

Senin, 07 November 2011

Campbell Avenue

the lovely house : 5/5 Campbell Ave, Lilyfield













Perry Street bus stop. Chill out before school










Saya rindu bangun dengan udara pagi yang dingin
rindu kamar tidur yang kecil dan dikelilingi cermin,
rindu rumah yang dipenuhi bau gandum,
rindu ruang keluarga yang langsung berhadapan dengan halaman belakang,
rindu suara burung yang sangat berisik milik tetangga,
rindu menunggu bus di shelter bus Terry Shop Corner dengan perasaan malas ke sekolah,


George St, QVB Bus Stop. Turun dari bus! 











Belokan George st - York st. Miss this place!!











rindu bunyi bel bus yang bernada aneh setiap ada penumpang yang ingin turun
rindu shelter bus Queen Victoria Building yang selalu sudah ramai setiap pagi,
rindu gedung abu-abu di 91st York Street,
rindu perasaan cemas di dalam lift lamban yang membawa saya ke lantai 6,
rindu resepsionis hijau Holmes College tepat pada saat lift terbuka,

York St. dimana saya sering ngos-ngosan











Holmes College tampak depan









rindu kelas kecil yang penuh bau kopi dari kantin sebelah,
rindu teman sebangku yang selalu tidur di kelas,
rindu senyuman Mr. Todd si headmaster pujaan semua siswa,
rindu Hye Mi Han, Monica, Jessica, dan Ti Mo si Korea yang ceria,
rindu kantin yang dihias dengan berbagai bendera negara di dunia,

Sydney Central. Tempat nongkrong favorite!











Town Hall Bus Stop. Tepat di depan Town Hall











rindu perasaan malas pulang ke rumah dan memutuskan pergi ke Circular Quay,
atau ke Town Hall, menolak Queen Victoria Building karena alasan saku tipis,
atau ke The Rock bertemu pancake strawberry terlezat di dunia,
rindu boxing day saat 'orang tua' saya mengajak ke Manly Beach,
dan berkenalan dengan miracle fruit juice ang teramat sangat enak itu


 
Depan Circular Quay. Banyak yg tepar disini saat new years eve!











kawasan The Rock. Cafe pancake yg enak itu ada di daerah ini!










rindu Mommy yang sangat tidak jago masak,
rindu saudara perempuan yang sangat ingin rambut merah panjangnya bisa lurus,
rindu keponakan dari Hawaii yang bercita-cita jadi pilot,
rindu tetangga-tetangga yang gemar berpesta dan mandi beer,
sangat.... sangat rindu Purcell Family at Campbell Avenue 5/5 , Sydney

dr. Raditya Endro Kusumo

my beloved, doctor Raditya Endro Kusumo.

Selamaaaaaaaat!!!!!! :*
bangga banget liat kamu sekarang udah pakai gelar "dokter". cieee banget.... :D
rasanya bangga... bangga... daaaaaan bangga..... :D

saya tau bukan hal yang gampang mendapat gelar ini. susah banget malahan. 6 tahun.... dan 2 tahun lebih saya mendampingi dia.... saya tidak tahu, 4 tahun awal kuliah atau malah 2 tahun terakhir yang lebih berat.... tapi setidaknya, dalam 2 tahun itu saya tahu benar bagaimana dia berjuang..... berjuang mati-matian *eeerrr.




hhhm.... ga tau saya harus bilang 2 tahun itu terasa cepet atau lama. karena yang saya sangat inget adalah, di dalam 2 tahun itu kami sama-sama mencampur berbagai macam perasaan..... mencampur semua kenangan, menyematkannya di setiap hari, setiap minggu, setiap bulan. rasanya selalu lea kalau lihat tanggal 1.... berarti 1 bulan udah terlalui.... tapi kadang, ups, sering saya merasa lelah.... menyerah.... saya paling idak tahan dengan jarak.... dan dia yang selalu menguatkan saya.... sebenarnya, dia yang selalu 'memperjuangkan' mati-matian.... memperjuangkan kami :)

jadi mungkin perjuangannya berlipat-lipat ganda.... berjuang menghadapi koas.... berjuang menghadapi saya.... saya minta maaf ya kalau selama ini saya selalu bikin kamu merasa sedih.... tapi gimanaaa.... :'(

tapi saya yakin pada saat dia melafalkan sumpah, dan setelah itu di'panggil' ke depan sebagai officially a new doctor, pasti semua beban tentang perjuangan berlipat gandanya selama 2 tahun ini sudah lepas terbayar..... hhmm.... saya tidak mau ngomongin soal intern-shit yang masih harus dijalankannya tahun depan.
Eh, pasti rasanya lepasssss.... lega ya? ya, at least ada perasaan lega walaupun belum sepenuhnya..... saya juga lega, sekaligus gembira sekaligus terharu sekaligus bangga sekaligus pengen nangis...... :')



Saya sempat mengirim BBM ke dia, saya nulis : "Ganteng banget sih...." dan dia membalasnya, dan lalu berakhir seperti biasa : ga jelas. hehehe.... but i really meant it. He looked completely different.... auranya terpancar.... *cieeeh. atau mungkin gara-gara saya baru pertama kali liat dia pakai setelaan jas ya? Ya semoga besok-besok kalo saya udah terbiasa liat dia pakai setelan jas, saya ga akan terpesona terus menerus. hahahaha....

saya bener-bener menahan tangis sekuat tenaga.... saya ga mau dong banyak yang liat kalau saya menangis.... :p Saya cuma terharu..... hhmm.... jadi inget cerita kami kemaren-kemaren...... ternyata sangat banyak yang udah terjadi. sangat banyak hujan.... yang mungkin banyak kami lalui dengan tertawa, tapi juga menangis. menangis bersama semalaman.... berteriak-teriak marah sampai memukul setir mobil.... berpelukan sampai terlelap.... berangkat dini hari untuk berlibur..... atau tertawa-tawa sampai perut sakit..... semuanya sudah pernah..... dan saya sangat mensyukurinya..... :')

saya sangat tahu betapa berusahanya dia untuk bertahan..... betapa dia bisa melakukan apapun untuk menjaga sebuah kestabilan..... antara kami, jarak, dan koas. Dia yang sebenar-benarnya mempertahankan kami..... kalau saya, rasanya saya cuma mengekor. hahaha.... maafin ya.... :p

oh iya, tantangan terbesar menahan tangis adalah pada saat dia menghampiri saya setelah mendapatkan medalinya...... dia mencium saya, dan dia tersenyum.... tersenyum bangga. saya sangat ingin menangis di dadanya pada saat itu jugaaaa!!!!!! tapi kan saya tidak mungkin melakukannya, saya bersikap cool. tapi di tenggorokan rasanya ada biji salak yang mengganjal.... *iyuh

sekali lagi, selamat ya Mas Sayang..... :*
terima kasih sudah menunjukkan kepada saya bahwa merupakan keputusan yang sangat benar untuk selalu bertahan selama 2 tahun ini.... karena those 2 years are really worth it.......
tetap berjuang ya..... love you :')

Sabtu, 25 September 2010

Jagoan Kecil

Bukan salahmu, jika kamu tidak bisa mengerjakan soal-soal matematika itu...
bukan salahmu juga, jika jari-jari kecilmu tidak lancar diatas dawai-dawai gitarmu...
aku selalu tahu kamu tidak ada henti-hentinya mencoba dan belajar, disaat sendiri dan tidak ada yang melihatmu, mendengarmu...

aku tahu kamu tidak bodoh seperti yang mereka bilang,
aku tahu ada hasrat didalam dirimu untuk ingin seperti mereka, untuk menunjukkan kalau kamu mampu...
dah aku yakin kamu mampu.

pada saat itu, saat kamu masih didalam kandungan, karena suatu hal hidupmu harus diambil paksa, dan Ibu mempertahankanmu... kalaupn pada saat itu, kamu bisa berdoa dan meminta kepada Tuhan... kamu pasti akan meminta jika benar nantinya kamu dilahirkan, kamu lahir menjadi anak yang pintar dan berbakat seperti kakak-kakakmu...
tapi bukan salahmu jika ternyata tidak seperti itu... tidak ada yang salah dengan dirimu....
soal-soal matematika yang belum bisa kau kerjakan, dan dawai-dawai gitar yang belum kau petik dengan indah.... adalah hal kecil yang akan membuatmu hebat nantinya. kamu bukan tidak bisa, kamu hanya belum bisa! dan kamu tidak bodoh! tidak ada yang berhak mengatakan kamu bodoh, atau ada yang salah dengan kemampuanmu, hanya karena kehidupanmu di masa dalam kandungan dulu tidak selancar kakak-kakakmu!

dengan bertahan didalam kandungan disaat keadaan seperti itu, kamu telah membuktikan bahwa kamu hebat!
dan Tuhan juga membuktikan, bahwa kehidupanmu telah menjadi rencanaNya!
dan karena itu semualah, tidak ada yang boleh mengatakan kamu bodoh! TIDAK ADA!!

kamu harus mampu.
kehidupanmu masih sangat panjang... 9 tahun mu ini, tetaplah berusaha.
kamu pintar... teruslah belajar... jika mereka mengukur suatu kepintara hanya dengan ranking di kelas,
maka dapatkanlah ANGKA itu, jika hanya dengan itu mereka mau mengakuimu sebagai anak pintar!
dan beritahu mereka bahwa kamu memang pintar!!

untuk jagoan kecil : E. S. K. P

Minggu, 19 September 2010

tidak ada manusia yang bodoh!

saya yakin, di dunia ini tidak ada manusia yang diciptakan bodoh.

saya tidak suka jika ada seseorang mengatakan bahwa seseorang itu bodoh -walaupun saya beberapa atau seringkali juga mengumpat dengan kata tersebut- tapi jujur, dan saya baru menyadari bahwa tidak ada satupun manusia yang diciptakan bodoh.
orang yang lebih tidak tahu, tidak memiliki pengetahuan luas, atau nilai akademisnya jelek, bukan orang bodoh... mereka hanyalah orang-orang yang belum pintar. dengan ketidak tahuannya, jika dia mau berusaha, dia dapat melewatinya dan mengubah dirinya menjadi orang yang pintar.... pada dasarnya semua orang itu pintar. saya sangat yakin itu.

saya kasihan melihat orang yang dikatakan dia itu bodoh. sepertinya, kata "bodoh" itu adalah suatu label yang merujuk pada hal : dia gagal untuk menjadi pintar. sebegitu sempitkah martabat seseorang, dengan  pelabelannya sebagai 'orang bodoh', dia menjadi orang yang tidak diperhitungkan? padahal sebenarnya, siapa yang bisa mendefinisikan apakah tu 'bodoh'? sseorang yang memenuhi syarat apa sajakah yang layak dikatakan bodoh? yah walaupun terdengar kontradiktif dengan pernyataan saya, bahwa saya yakin semua orang itu pintar, tapi memang ada suatu pertanyaan pula, bagaimana takaran seseorang masuk didalam kategori pintar?

dan menurut saya, kepintaran ini banyak sekali macamnya. kepintaran bukan hanya menyangkut tentang pendidikan akademis, keluasan pengetahuan, mengerti banyak hal, dll. ada seseorang dikatakan pintar jika dia cerdik, seseorang dikatakan pintar karena dia kreatif, seseorang pintar karena dia ulet dan tekun, seseorang pintar karena dia memiliki citarasa seni yang tinggi, dsb. dan kesimpulan saya, sekali lagi, PENDIDIKAN AKADEMIS BUKANLAH SUATU UKURAN PASTI SESEORANG DAPAT DIKATAKAN BODOH ATAUPUN PINTAR. Hanya, berilah waktu dan kesempatan bagi orang-orang yang belum pintar, untuk mengembangkan dirinya, dan menemukan potensi 'kepintaran' yang tersembunyi didalam dirinya....

kesempatan dan dukungan, akan memberikan suatu pengharapan yang besar bagi mereka, orang-orang yang mau membawa dirinya untuk lebih maju.
belajarlah untuk peduli.

Sabtu, 18 September 2010

BOROBUDUR, Magelang ( Notice : Indonesia )






I just realized there are many tourist attractions around jogjakarta! and very WOW!


in front of the Borobudur temple. i've already had a bad feeling

!
some time ago I went to the temple of Borobudur, which is located on area of Magelang. Magelang is located on Central Java ... Well, if pursued by car from Yogyakarta, will take approximately one hour. I strongly recommend do not visit temples Borobudur at the holiday season (months of June-July) or at the national holiday, so uncomfortable! very crowded if you come in the months that, like the sea of people! and certainly can not enjoy the scenery or some place (like a small museum or a diorama) ... so come in the months that deserted, or if possible come in the evening before sunset. if you're lucky, and if the weather support, and you will see a sunset scene that no less beautiful than the sight of sunset from the beach of Kuta Bali. well, I ever heard of a tour package to see the sun rise there, but I'm not so sure, probably better to ask directly there. lol

look at those people behind! eeerrrghhh!
and very unlucky I am, get there at the time of national holidays, which (unfortunately again) coincide on weekend days. god, very musty and very super crowded! but that day was very sunny weather, I had hoped to be able to see good scenery of the temple ... but unfortunately, people were covered my eyes! unlucky.
doing a little 'luck'. wait, is it the right stupa? LOL

There is a myth that if we could touch the little finger of Buddha in the stupa, what we want can be achieved. but apparently not any stupa. because there are so many stupas there, and I did not know which one exactly that 'stupa of luck', so I carelessly did this myth, lol. Who knows eh? lol

I am very envious of Raditya, he had to go there with friends during the afternoon and drizzle a little misty. unlucky? no no! instead he is very lucky! apparently of natural scenery around, the views from the top of the temple no less great than when the weather clears! a bit foggy, making the stupas' aura radiates, very mystical but also beautiful!
'dad, where are you?' i was lost!